kiara.or.id

Advertisement
Headline
  • Pause
  • Previous
  • Next
1/10
Gagal Revitalisasi Tambak, Ekonomi Ribuan Petambak Ambruk
Siaran pers
Perhimpunan Petambak Plasma Udang Windu (P3UW)
Lampung, 5 Februari 2010 

Keadaan plasma dan karyawan Bumi Pertambakan Dipasena milik PT. Aruna Wijaya Sakti (AWS), pasca dialihkan pengelolannya oleh Konsorsium Neptune kepada PT. CP Prima (CPP), yakni di bawah PT. AWS sejak tahun 2007, kian tak menentu. Salah satu persoalan adalah PT. CP Prima gagal merevitalisasi tambak udang tersebut. Menyikapi persoalan itu, pada 5 Februari 2010, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengutarakan di media, “Harus ada yang mengambil alih, baru ada harapan. Kalau tidak akan sulit.” Menteri KP Fadel Muhammad meminta PT. CP Prima mencari investor baru untuk mengelola Dipasena.
Selengkapnya...
 
Berita
Lagi, Isu Pulau Dijual

06/02/2010 00:23

Liputan6.com, Jakarta: Isu perdagangan pulau kembali merebak. Kali ini pulau yang dikabarkan dijual adalah gugusan Takabonerate, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) M. Riza Damanik di Jakarta, Jumat (5/2), mengatakan penjualan pulau diduga dilakukan pejabat publik setempat. Beberapa pulau yang sedang ditawarkan di antaranya Pulau Lampujian, Karampa Caddi, Binabo, Kalakauna, Bungeng Belle, Rajuni Kecil, dan Pulau Rajuni Besar.

Riza menuding pejabat publik tersebut hanya menginginkan keuntungan ekonomis tanpa mempertimbangkan kepentingan umum sebagai ruang publik dan tempat budaya bahari Nusantara.  "Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Tak sepantasnya penjualan pulau dilakukan dengan meminggirkan nelayan tradisional dan masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil," ujar Riza seperti dikutip ANTARA.
Opini
M. Riza Damanik: Nasib nelayan memprihatinkan
Duta Masyarakat | 24 Januari 2010

PERSPEKTIF BARU dimuat sebagai sindikasi sembilan koran se-Indonesia, termasuk Haria Umum Duta Masyarakat. Kini kita bincang-bincang tentang perikanan yang merupakan hal penting karena bicara tentang perikanan selalu berhubungan dengan nelayan. Kita mengetahui nelayan termasuk warga negara kita yang berekonomi lemah,kontras dengan perannyasebagai pahlawan protein bangsa. Untuk itu narasumber kita adalah M. Riza Damanik dari Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara). Berikut wawancara Jaleswari Pramodhawardani dengan M. Riza Damanik.

Apa itu Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) yang Anda dan kawan-kawan berada di dalamnya?

Kiara adalah sebuah organisasi koalisasi dari individu, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan organisasi masyarakat (Ormas) yang memang memiliki perhatian lebih terhadap masyarakat nelayan, sektor kelautan dan perikanan secara umum.
 
Data
Laporan Kinerja Buruk dan Pembohongan Publik Delegasi RI dalam KTT Perubahan Iklim ke-15
Jakarta, 5 Januari 2010

Perihal: Laporan Kinerja Buruk dan Pembohongan Publik Delegasi RI dalam KTT Perubahan Iklim ke-15
Lampiran: 1 bundel       
 

Kepada Yth.
Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat RI
di
    Jakarta

 
Salam Adil dan Lestari,

Seperti kita ketahui, putaran perundingan KTT Perubahan Iklim ke-15 (COP 15) di Kopenhagen, 7-18 Desember 2009, gagal menghasilkan keputusan kolektif yang mengikat secara hukum (legally binding). Bahkan, Copenhagen Accord sebagai salah satu dokumen resmi hasil perundingan, tidak menyentuh substansi persoalan perubahan iklim, yakni mendesak pemotongan emisi dari negara-negara industri, sekaligus mempertanggung-jawabkan buangan emisi masa lalunya. Hasil Kopenhagen merupakan prestasi terburuk dalam sejarah perundingan iklim dari 14 putaran sebelumnya, karena hanya ditanda-tangani oleh 26 negara, termasuk Indonesia. 
Analisa
Kembalikan Khitah Negeri Kelautan: Laporan Publik WOC-CTI Jelang COP 15 UNFCCC di Copenhagen
ALIANSI MANADO - Jakarta, 11 Juni 2009

World Ocean Conference (WOC) dan Coral Triangle Initiative (CTI) Summit usai diselenggarakan di Manado, Sulawesi Utara, 11-15 Mei 2009. Berbarengan itu, masyarakat sipil yang tergabung dalam Aliansi Manado juga menyelenggarakan International Forum on Marine and Fishery Justice di Kolongan Indah Beach Hotel, Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, 10-16 Mei 2009. Melalui forum internasional inilah, pelbagai inisiatif mandiri nelayan tradisional menghadapi krisis laut dan perubahan iklim disampaikan. 
 
Siaran Pers
Paska Seafood Summit 2010; KIARA: Lima Agenda Reformasi Perikanan
Siaran Pers
Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan
www.kiara.or.id

Jakarta, 4 Februari 2010. Masyarakat dunia dan pelaku usaha perikanan kembali diingatkan untuk tidak hanya peduli terhadap kualitas produk perikanan sebagai sumber pangan, melainkan juga turut aktif membenahi efek lingkungan dan sosial yang muncul dalam aktivitas perikanan. Pesan ini mengemuka dalam Seafood Summit 2010 yang bertajuk “Prediksi Tantangan di Dunia yang Berubah” di Paris, Perancis, 31 Januari – 2 Februari 2010.

M. Riza Damanik, Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) yang turut hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan bahwa, “Konsumen di negara-negara Utara luput melihat tren transaksi makanan laut (seafood) kini berpusat antara Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Asia bagian barat daya. Sementara negara-negara Selatan hanya didudukkan sebagai pemasok kebutuhan ikan negara-negara Utara.  Apalagi ketersediaan pangan di Selatan kini terancam oleh dampak perubahan iklim. Fenomena iklim ini mendorong terjadinya migrasi ikan-ikan di perairan tropis ke sub tropis, sehingga negara-negara lain akan mengalami surplus tangkapan ikan”.
Aktivitas
“Perdagangan Internasional, Dimana Kesejahteraan Nelayan?”
Medan, 19 Januari 2010

No.                             : 004/B/DE-JALA/I/2010                                                                             
Hal                             :  -
Lampiran                   :  -
 
Kepada:
Yth. Pimpinan Organisasi Anggota Jaringan KIARA

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Salam Sejahtera untuk kita semua,
 
Salam silaturrahmi, semoga kita senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa, diberi kekuatan serta kemudahan dalam menunaikan tugas sehari-hari. Amin.
 
Advertisement
  • Video

  • Aktivitas

  • Info

Jajak Pendapat

Puaskah Anda dengan Agenda Kelautan dan Perikanan Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2?
 

Pengunjung KIARA

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday89
mod_vvisit_counterYesterday269
mod_vvisit_counterThis week659
mod_vvisit_counterThis month2802
mod_vvisit_counterAll52449

Form Masuk






Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar

Statistik

Anggota: 112
Berita: 794
Pranala: 0

Buku Baru

MENJALA IKAN TERAKHIR  Ini tidak hanya sebuah buku yang memberikan informasi, namun juga bukti keseriusan untuk mengungkap situasi kelautan Indonesia.

Serbaneka KIARA

PERNAK-PERNIK KIARA   
RUANG BACA   
BULETIN KIARA
  
South to South (StoS) adalah gerakan penyadaran dan penggalangan solidaritas dengan menggunakan film dan media visual. 

Tentang KIARA

Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) adalah organisasi non-pemerintah yang berdiri pada tahun 2003. Organisasi nirlaba ini diinisiasi oleh WALHI , Bina Desa , Federasi Serikat Nelayan Nusantara (FSNN), dan individu-individu yang menaruh perhatian terhadap sektor kelautan dan perikanan. Lebih lanjut....