Sabtu, 27 Maret 2010 | 03:41 WIB
Jakarta, Kompas - Rencana pemerintah membuka peluang investasi di 12 pulau kecil dan terluar di Indonesia dikhawarirkan hanya akan menguntungkan segelintir investor. Di sisi lain akan meminggirkan masyarakat lokal dan merusak lingkungan.
Menurut Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) Riza Damanik di Jakarta, Jumat (26/3), terbatasnya kemampuan melakukan pengawasan dan pengelolaan kawasan di pulau terluar seharusnya disikapi dengan sinkronisasi program pemerintah pusat dan daera, yang berpijak pada letak geopolitik Indonesia.