Tentang Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan
Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA)
I. LATAR BELAKANG
Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) adalah organisasi non-pemerintah yang berdiri pada tahun 2003. Organisasi nirlaba ini diinisiasi oleh WALHI, Bina Desa, JALA (Jaringan Advokasi untuk Nelayan Sumatera Utara), Federasi Serikat Nelayan Nusantara (FSNN), dan individu-individu yang menaruh perhatian terhadap sektor kelautan dan perikanan.
Sejak awal berdiri, KIARA berkomitmen untuk memperkuat kelompok nelayan dan masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil agar memperoleh perlindungan dan kesejahteraan hidup yang layak dari Pemerintah Republik Indonesia. Pasca temu nasional ke-3 KIARA di Ambon, Maluku, 13-17 Januari 2009 lalu, wilayah kajian dan kerja-kerja KIARA terfokus pada: (1) Reformasi Kebijakan; (2) Industri Pertambakan Udang dan Mangrove; (3) Illegal, Unregulated, Unreported Fishing (IUUF); dan (4) Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Pulau-pulau Kecil yang Adil dan Berkelanjutan.
Dalam perkembangannya, KIARA melihat bahwa persoalan kelautan dan perikanan bukanlah perkara domestik semata, melainkan sudah menjadi urusan global. Oleh karena itu, dalam mendukung kinerjanya, KIARA berupaya mendorong reformasi kebijakan yang tidak selaras dengan letak Kepulauan Indonesia yang terdiri belasan ribuan pulau besar dan kecil dengan garis pantai 95.181 km, serta luas laut 5,8 juta km2. Di samping itu, KIARA juga melakukan kampanye dan pendidikan publik di sektor kelautan dan perikanan dengan dukungan riset dan publikasi yang akuntabel.
Sejak kelahirannya, KIARA telah diakui sebagai organisasi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang tertarik untuk mendalami isu kelautan dan perikanan, serta menjadi salah satu organisasi terkemuka di Indonesia.
II. WILAYAH KAMPANYE
Program kampanye di KIARA ditentukan secara independen oleh para peneliti berdasarkan urgensi isu di ranah kelautan dan perikanan. Rekomendasi kebijakan dibuat dengan mempertimbangkan kepentingan jangka panjang sebagian besar kelompok nelayan dan masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Indonesia, bukan hanya kepentingan dan capaian jangka pendek sekelompok tertentu. Komitmen ini diwujudkan melalui pendekatan advokasi preventif dan responsif atas dinamika sektor kelautan dan perikanan yang telah, sedang, dan akan berlangsung.
Reformasi Kebijakan
Carut-marut dan inkonsistensi kebijakan negara di sektor kelautan dan perikanan kian runyam. Pelbagai aturan diambil nampak bertolak belakang dengan cita-cita dasar pendirian bangsa Indonesia. Sumber daya laut dan pessir dikeruk habis tanpa menyisakan kesejahteraan bagi nelayan tradisional, masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Di sinilah letak urgensi KIARA mendesak pemerintah untuk melakukan reformasi kebijakannya di sektor kelautan dan perikanan.
Industri Pertambakan Udang dan Mangrove
Sejak kemunculannya di Indonesia, industri pertambakan udang telah menimbulkan persoalan lingkungan dan sosial. Industri ini tidak hanya melakukan konversi lahan basah dan hutan bakau, melainkan juga membebani masyarakat yang hidup di sekitar industri. Di sisi yang lain, dominasi korporasi trans-nasional (TNCs) dalam industri ini telah memberikan ancaman serius terhadap kedaulatan pangan nasional. Belum lagi, himpitan utang luar negeri yang menambah beban keuangan negara.
Illegal, Unregulated, Unreported Fishing (IUUF)
Dalam Laporan Akhir Tahun Kelautan dan Perikanan bertajuk "Gerak Mundur Kelautan Kita," yang dipublikasikan oleh KIARA (2008) menyebutkan bahwa lebih dari 748 kapal asing leluasa berlayar dan mengeruk sumber daya perikanan nasional secara ilegal. Kejahatan perikanan ini berdampak pada krisis perikanan nasional, selain akibat kegiatan ekspor yang berlebihan. Olehnya, KIARA mendesak pemerintah Indonesia untuk bertindak aktif di level nasional dan internasional untuk memberantas pelbagai model kejahatan perikanan, tak terkecuali IUUF.
Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Pulau-pulau Kecil yang Adil dan Berkelajutan
KIARA meyakini bahwa masyarakat lokal memiliki kearifan dalam mengelola sumber daya laut dan pesisir. Selain untuk memenuhi kebutuhan hidup, mereka juga menjaga kelestarian sumber-sumber kehidupan itu. Pada konteks inilah, KIARA berupaya mengampanyekan perlunya partisipasi aktif masyarakat lokal dalam mengelola sumber daya pesisir berdasar kearifan lokal yang telah lama mereka hayati. Di sisi yang lain, pentingnya negara menjamin serta melindungi wilayah kelola masyarakat nelayan dan petambak tradisional adalah hal yang tak bisa dipinggirkan.
III. STRUKTUR ORGANISASI
Presidium
- Dwi Astuti (Ketua) ( This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it / This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it )
- Noor Aida ( This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it )
- Dominggus Male
- Tejo Wahyu Jatmiko ( This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it )
- Sukarman ( This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it )
Sekretaris Jenderal
M. Riza Damanik ( This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it / This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it )
Koordinator Program dan Jaringan
Abdul Halim ( This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it )
Divisi Manajemen Pengentahuan (Knowledge Management)
Mida Saragih ( This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it )
Dalam Majelis Umum KIARA III yang diselenggarakan di Ambon, Maluku, pada tanggal 13-17 Januari 2009 lalu, jumlah organisasi anggota KIARA sebanyak 10 organisasi anggota dan 3 anggota individu.
| No | Nama Organisasi/Individu |
Alamat |
| 1 |
Bina Desa (Indonesian Secretariat for the Development of Human Resources in Rural Areas), Jakarta |
Jl. Saleh Abud No. 18-19 Otto Iskandardinata, Bidaracina Jakarta, Indonesia 13330 Telp. +62 21 8199749, 8519611 Faks. +62 21 8500052 Website: http://www.binadesa.or.id/ |
| 2 |
Eksekutif Nasional WALHI |
Jl. Tegal Parang Utara No.14 Jakarta 12790, INDONESIA Tel: (0)21 791 93 363 / 794 16 72 Fax: (0)21 794 16 73 E-mail : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it Website: http://www.walhi.or.id/ |
| 3 |
JALA (Jaringan Advokasi untuk Nelayan Sumatera Utara) |
Jaringan Advokasi untuk Nelayan Sumatera Utara Jl. STM / Suka Makmur No. 15 – MEDAN Telp./Faks. 061-7875144 E-mail: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it Kontak: Noor Aida ( This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it ) Website: http://www.jalanet.org/ |
| 4 |
KELOLA |
Jl Santo Josep No. 56 Kleak Lingkungan III Manado 95115 Telp. +62 431 853407 Faks. +62 431 853407 Email:
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
|
| 5 |
JPKP (Jaringan Pengembangan Kawasan Pesisir) |
Buton, Sulawesi Tenggara |
| 6 |
Yayasan Nen Mas Il |
Kotak Pos 154, Tual Maluku Tenggara 97611
Telp. +62 916 21665
Faks. +62 91621902
Email:
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
|
| 7 |
Layar Nusantara |
Semarang, Jawa Tengah |
| 8 |
Federasi Serikat Nelayan Nusantara (FSNN) |
Sumatera Utara |
| 9 |
Tejo Wahyu Jatmiko |
Jakarta |
| 10 |
Ida Ronauli |
Jakarta |
| 11 |
M. Riza Damanik |
Bogor |




Comments (0)