Festival Negeri Bahari, Kampanye Potensi Pesisir

 

Penulis: Tinu Sicara

Jakarta, JMOL ** Festival Negeri Bahari yang diselenggarakan KIARA (Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan) tahun ini merupakan yang pertama kali. Melihat model pembangunan yang mengarah ke darat seolah menampikkan keberadaan laut menjadi alasan mengapa tercetus ide digelarnya Festival Negeri bahari.

Mengenai pemilihan lokasi, sangat unik. Apabila biasanya festival yang mengusung bahari identik dengan pesisir atau laut, namun kali ini tidak. Justru KIARA memilih mengadakannya di tengah kota Jakarta, yaitu di Taman Menteng, Jakarta. Mengapa demikian?

Menurut Slamet Daroyni, Koordinator Pendidikan dan Penguatan Jaringan KIARA sengaja menggelar festival di tengah kota, tidak di pesisir, karena untuk mengkampanyekan kepada masyarakat kota bahwa ada potensi luar biasa di pesisir dan publik pun juga harus mengetahuinya.

“Informasi itu bukan sekadar kekayaan yang tidak berimplikasi terhadap kehidupan masyarakat pesisir, tetapi terdapat inisiatif-inisiatif lokal yang sebenarnya apabila pemerintah concern dan publik mendukung inisiatif tersebut terdapat banyak kekayaan yang bisa menjaga perekonomian nelayan yang selama ini kesannya kumuh dan miskin,” tuturnya kepada JMOL di tengah acara Festival Negeri Bahari, Taman Menteng, Jakarta, Sabtu (17/5).

Persiapan konsep festival sendiri, diakui KIARA membutuhkan waktu kurang lebih dua bulan.

Menjadi bagian penting, dalam acara ini menghadirkan beberapa perempuan nelayan dari beberapa tempat yang terus memperjuangkan pesisir, bagian dari upaya mengangkat keluarga dan kelompok. Sehingga booth yang dihadirkan merupakan beberapa perwakilan yang selama ini concern menjadi ikon untuk berbicara langsung kepada publik.

Fokus kepada pesisir laut, terdapat delapan booth. Di antaranya, perwakilan Sumatera Utara, Lampung, Jakarta, Indramayu, Moro Demak, Manado, dan lainnya.

Mereka menampilkan dan memperkenalkan hasil olahan pangan dari pesisir dan laut yang masing-masing diunggulkan dari setiap daerah. Salah satunya olahan mangrove kembali diperkenalkan bahwa mangrove dapat diolah menjadi makanan bervitamin dan sehat tanpa bahan pengawet.

Editor: Arif Giyanto

Sumber: http://jurnalmaritim.com/2014/1/1225/festival-negeri-bahari-kampanye-potensi-pesisir

%d blogger menyukai ini: