Metrotvnews.com, Jakarta: Kebijakan pemerintah terhadap nelayan di Indonesia masih kalah dibandingkan dengan nelayan di Malaysia. Ini membuat petani di Malaysia lebih sejahtera ketimbang di Indonesia.

“Petani nelayan di Malaysia jauh lebih pandai dan sejahtera dibanding nelayan di sini (Indonesia). Padahal nelayan di sana lebih sedikit,” jelas Koordinator Pokja Ikan Aliansi untuk Desa Sejahtera Abdul Halim ketika ditemui di Bakoe Coffee, Jakarta, Selasa (28/5).

Itu karena nelayan Malaysia mendapatkan dukungan anggaran penuh dari pemerintah berupa kebijakan-kebijakan yang pro terhadap para nelayan. Kebijakan-kebijakan itu diantaranya pemberian kartu nelayan yang dapat dialihfungsikan menjadi uang tunai.

“Nelayan di sana diberikan kartu seperti ATM yang berisi insentif senilai Rp500 ribu setiap bulan,” sambungnya. Nelayan Malaysia juga diberikan tunjangan lain seperti mendapatkan jaminan sosial seperti asuransi kesehatan dan asuransi jiwa.

Lantas, apa yang terjadi di Indonesia? Menurut Abdul, sebanyak 2,2 juta nelayan di Indonesia, hanya 15 ribu yang mendapatkan kartu nelayan. Namun, fungsi kartu nelayan di Indonesia memiliki fungsi yang berbeda dari Malaysia.

“Di Indonesia fungsinya itu hanya untuk memudahkan penyelenggara negara untuk menentukan peta suara nelayan di daerah tanpa ada jaminan atau tunjangan untuk nelayan,” tegasnya.

Padahal, dari APBN 2013 yang sebesar Rp1.600 triliun, lanjutnya, pemerintah hanya membutuhkan anggaran Rp2,9 triliun untuk memberikan permodalan sehingga menciptakan nelayan di Indonesia yang lebih sejahtera. “Angka Rp2,9 triliun tidak mencapai 1% dari total APBN kita,” sambungnya.

Sumber: http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/05/28/2/157151/Nelayan-Malaysia-Lebih-Sejahtera-ketimbang-Nelayan-Indonesia

%d blogger menyukai ini: