Capres Kurang Perhatikan Penguatan Pola Konsumsi Lokal

Jakarta (Metrobali.com)-Sejumlah lembaga swadaya masyarakat menilai kedua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden kurang memperhatikan penguatan pola konsumsi lokal yang sebenarnya merupakan hal penting bagi perwujudan kedaulatan pangan.

“Penguatan pola konsumsi lokal menjadi parameter (kedaulatan pangan) yang paling sedikit disinggung oleh kedua pasangan capres-cawapres,” kata Koordinator Nasional Aliansi untuk Desa Sejahtera (ADS) Tejo Wahyu Jatmiko di Jakarta, Kamis (3/7).

Menurut dia, pasangan Prabowo-Hatta menekankan pada upaya untuk mendorong peningkatan konsumsi protein.

Padahal, lanjutnya, komponen tinggi protein seperti susu, telur, ikan dan daging hampir semuanya memiliki komponen angka impor yang tinggi.

Sementara untuk pasangan Jokowi-JK, Tejo mengemukakan bahwa programnya melakukan edukasi konsumen dan mendorong perilaku ramah lingkungan. Namun, ia menyayangkan bahwa program tersebut juga tanpa disertai dengan strategi yang lebih terperinci dalam penjabarannya.

“Untuk mencapai kedaulatan pangan, Indonesia perlu membenahi sektor produksi, distribusi, dan konsumsi, dengan pusat perhatian pada kesejahteraan penghasil pangan dan konsumennya,” kata Tejo.

Selama ini, menurut dia, pangan impor dimudahkan dengan mengorbankan produsen pangan kecil.

Sementara itu, Deputi Direktur Sawit Watch Achmad Surambo mengatakan, pada parameter perdagangan pangan pasangan Prabowo-Hatta hanya memaparkan hal-hal yang bersifat umum sedangkan Jokowi-JK langsung menetapkan akan memberantas mafia impor dan mengevaluasi perjanjian perdagangan bebas untuk melindungi pasar dalam negeri.

“Dalam parameter ini, pasangan Jokowi-JK lebih jelas menunjukkan perlunya perlindungan yang kuat bagi pasar dalam negeri kita yang melemah terhajar produk impor,” kata Achmad.

Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) Abdul Halim mengingatkan bahwa konsumsi ikan per kapita per tahun terus meningkat.

Sedangkan konsumsi perikanan di Indonesia, ujar Abdul Halim, konsumsi ikan di Indonesia meningkat dari 28 kilogram per kapita per tahun pada 2008 menjadi 35,14 kilogram per kapita per tahun pada 2013.

Pemilu Presiden 2014 akan diselenggarakan pada 9 Juli dan diikuti dua pasangan calon presiden dan wakil presiden yaitu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dengan nomor urut satu dan Joko Widodo-Jusuf Kalla dengan nomor urut dua . AN-MB

Sumber: http://metrobali.com/2014/07/03/capres-kurang-perhatikan-penguatan-pola-konsumsi-lokal/

%d blogger menyukai ini: