Jaringan Kerja Sama untuk Penguatan Organisasi Rakyat Di Wilayah Pesisir (Refleksi Gerakan LSM/ORNOP di Sumatera Utara
Latar Belakang Pers
Pesisir Sumatera Utara menghadapi tantangan kompleks yang saling terkait: persoalan kemiskinan, kerusakan ekosistem mangrove, akses pendidikan yang terbatas, dan keterisolasian geografis serta masih adanya praktek penangkapan ikan secara illegal dan menggunakan alat tangkap merusak (destructive fishing) menjadi persoalan yang dihadapi oleh nelayan tradisional.
Di beberapa kawasan perkampungan nelayan seperti Pesisir Serdang Bedagai, kondisi ini terwujud dalam angka putus sekolah yang tinggi dan budaya pasrah yang tergambarkan dalam semboyan masyarakat setempat, “kerja tak kerja, asal hidup enak”. Sementara di Jaring Halus Langkat, serta kawasan Pekan Labuhan dan Belawaan, realitas kumuh dan padat serta rawan banjir di pemukiman dengan fasilitas dan infrasuktur yang minim masih ditemukan.
Dalam kaitan ini, keberadaan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau Organisasi Nonpemerintah (ORNOP) hadir sebagai aktor penggerak dan agen perubahan. Kehadiran mereka tidak hanya berfungsi sebagai pendampingan dan penyedia layanan, tetapi juga sebagaikatalisator pengorganisasian masyarakat dan advokasi kebijakan. Keberhasilan dan efektivitas gerakan LSM/NGO di wilayah pesisir sangat bergantung pada banyak faktor, salah satu faktor kuncinya adalah jaringan kerja sama (networking).
Kami mencoba merefleksikan perjalanan gerakan LSM/LPSM di Sumatera Utara selama kurun waktu 40 tahun (1986 – 2026). Buku ini di refleksikan oleh Drs. Edy Suhartono, M.Si., yang berprofesi sebagai Dosen Antropologi di Universitas Negeri Medan, yang pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif JALA (2003-2007) serta sebagai Staff Eksekutif WIM Forum LSM Sumut (1992-1999).
Buku Jaringan Kerja Sama untuk Penguatan Organisasi Rakyat Di Wilayah Pesisir (Refleksi Gerakan LSM/ORNOP di Sumatera Utara dapat di unduh melalui link : https://drive.google.com/file/d/15RZLdsEzOTI0rGZgzABrS2_NKKTf1mHg/view?usp=sharing




